Fenomena Mobkas Nol Kilometer Jadi Sorotan Global
Ekspor mobil asal Tiongkok selama ini tidak hanya berisi kendaraan baru, tetapi juga mobil bekas dengan catatan odometer nol kilometer. Fenomena yang kerap disebut sebagai mobkas nol kilometer ini telah lama menjadi perbincangan di industri otomotif global karena berada di wilayah abu-abu antara mobil baru dan mobil bekas.
Seperti dilaporkan oleh Car News China, pemerintah Tiongkok akan mulai memperketat ekspor mobil jenis ini mulai 1 Januari 2026. Kebijakan tersebut menandai perubahan penting dalam tata kelola ekspor otomotif Negeri Tirai Bambu, terutama untuk menjaga stabilitas pasar dan reputasi industri mereka di pasar internasional.
Apa Itu Mobkas Nol Kilometer
Mobkas nol kilometer merujuk pada mobil yang secara administratif tercatat sebagai kendaraan bekas, namun memiliki odometer nol kilometer atau hanya ratusan kilometer. Mobil-mobil ini umumnya sudah keluar dari pabrik dan melewati proses penjualan tertentu, sehingga secara dokumen tidak lagi dikategorikan sebagai mobil baru.
Secara kondisi fisik, kendaraan tersebut masih sangat layak dan sering kali identik dengan mobil baru. Namun, karena statusnya sudah berpindah jalur distribusi, mobil ini dipasarkan melalui dealer mobil bekas, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Skema ini membuat harga jualnya bisa jauh lebih murah dibandingkan mobil baru resmi.
Akar Masalah Kelebihan Pasokan Pabrikan
Munculnya mobkas nol kilometer tidak lepas dari masalah kelebihan pasokan yang dialami pabrikan otomotif di Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas produksi meningkat pesat, sementara daya serap pasar tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan tersebut.
Ketika jaringan dealer resmi tidak lagi mampu menyerap stok secara normal, sebagian pabrikan memilih jalur alternatif. Mobil baru yang belum terjual dialihkan ke pasar mobkas dengan diskon signifikan. Cara ini dinilai efektif untuk menghindari penumpukan stok berlapis, meskipun membawa konsekuensi jangka panjang terhadap struktur harga.
Lonjakan Volume Ekspor Mobkas Nol KM
Data ekspor menunjukkan tren peningkatan yang sangat tajam. Pada 2021, ekspor mobkas nol kilometer tercatat sekitar 15 ribu unit. Angka ini melonjak drastis menjadi sekitar 436 ribu unit pada 2024.
Untuk 2025, ekspor mobil jenis ini diperkirakan menyentuh 500 ribu unit, dengan komposisi mobkas nol kilometer mencapai 70 hingga 80 persen. Lonjakan tersebut memperlihatkan betapa besar peran skema ini dalam menyalurkan kelebihan produksi pabrikan Tiongkok ke pasar luar negeri.
Dampak Negatif pada Harga dan Layanan Purna Jual
Meski diakui membantu mengatasi penumpukan stok, praktik mobkas nol kilometer menimbulkan sejumlah masalah. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya kebijakan harga mobil baru. Harga kendaraan baru menjadi tertekan karena konsumen melihat alternatif yang jauh lebih murah dengan kondisi nyaris sama.
Masalah lain muncul pada layanan purna jual. Banyak kasus di pasar domestik Tiongkok menunjukkan konsumen membeli mobkas nol kilometer di wilayah yang tidak terjangkau dealer resmi. Akibatnya, muncul keluhan terkait perawatan berkala, gangguan perangkat lunak, hingga masalah baterai yang sulit ditangani secara optimal.
Pemerintah Tiongkok Ambil Langkah Tegas
Kondisi inilah yang mendorong pemerintah Tiongkok mengambil langkah pengetatan. Empat kementerian yang dikoordinasikan oleh Ministry of Commerce of the People’s Republic of China sepakat bahwa ekspor mobkas nol kilometer harus diatur lebih ketat demi menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.
Mulai 1 Januari 2026, setiap mobkas nol kilometer yang akan diekspor wajib memiliki jaminan layanan purna jual yang layak dari pihak pabrikan. Kebijakan ini bertujuan memastikan konsumen di negara tujuan tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan teknis yang memadai.
Sertifikasi Mutu dan Transparansi Ekspor
Dalam aturan baru tersebut, pabrikan diwajibkan menyediakan sertifikasi jaminan layanan dalam kurun 180 hari sebelum proses ekspor dilakukan. Sertifikasi ini mencakup komitmen pelayanan purna jual, termasuk dukungan teknis dan penanganan masalah kendaraan.
Selain itu, pabrikan juga harus menyertakan keterangan resmi mengenai negara tujuan ekspor serta riwayat kondisi kendaraan. Transparansi ini dinilai penting agar mobil yang diekspor tidak menimbulkan sengketa atau keluhan di pasar internasional.
Upaya Menjaga Reputasi Industri Otomotif
Pengetatan ekspor mobkas nol kilometer mencerminkan upaya Tiongkok untuk menata ulang industri otomotifnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa strategi jangka pendek mengatasi kelebihan pasokan tidak merusak reputasi jangka panjang industri nasional.
Dengan regulasi yang lebih ketat, diharapkan ekspor kendaraan dari Tiongkok dapat tetap kompetitif sekaligus terpercaya. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Negeri Tirai Bambu mulai mengutamakan keberlanjutan industri, bukan sekadar volume penjualan.
Dampak bagi Pasar Global dan Regional
Bagi pasar global, kebijakan ini berpotensi mengurangi banjir mobkas nol kilometer dari Tiongkok. Negara-negara tujuan ekspor mungkin akan menerima produk dengan kualitas layanan yang lebih jelas, meskipun harga bisa menjadi sedikit lebih tinggi.
Di sisi lain, pengetatan ini bisa mendorong pabrikan Tiongkok untuk lebih disiplin dalam mengelola produksi dan distribusi. Jika berjalan efektif, kebijakan tersebut dapat menjadi titik balik dalam menciptakan ekosistem otomotif yang lebih sehat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Baca Juga : Alasan VF 3 Jadi Model Pertama Produksi VinFast Indonesia
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ketapangnews

