Modifikasi Mobil Listrik Semakin Kreatif
Perkembangan mobil listrik tidak hanya mengubah cara orang berkendara, tetapi juga membuka ruang kreativitas baru dalam dunia modifikasi otomotif. Jika dahulu modifikasi identik dengan mesin, knalpot, dan performa bensin, kini fokus mulai bergeser ke efisiensi energi, teknologi, dan kemandirian daya.
Salah satu contoh menarik datang dari modifikasi Chery J6, sebuah SUV listrik yang dimodifikasi menjadi kendaraan dengan sistem energi mandiri. Mobil ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi “power bank berjalan” yang dapat menyuplai listrik untuk berbagai kebutuhan.
Unit modifikasi tersebut diberi nama The Helios, dan menjadi bukti bahwa mobil listrik bisa dikembangkan lebih jauh dari sekadar kendaraan harian.
Panel Surya di Atap, Sumber Energi Alternatif
Daya tarik utama Chery J6 The Helios terletak pada sektor atap. Mobil ini telah dibekali sistem panel surya motorized yang dapat dibuka dan ditutup secara otomatis. Berbeda dengan panel surya konvensional yang statis, sistem ini dirancang agar lebih fleksibel dan aman saat mobil melaju.
Panel surya tersebut berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang memanfaatkan sinar matahari secara langsung. Dalam kondisi tertentu, panel ini memungkinkan pemilik kendaraan untuk tetap mendapatkan suplai daya tanpa harus mencari stasiun pengisian listrik.
Konsep ini sangat relevan bagi pengguna yang gemar melakukan perjalanan jauh, camping, atau eksplorasi wilayah yang jauh dari infrastruktur listrik.
Kapasitas Panel dan Sistem Penyimpanan Daya
Sistem panel surya yang terpasang pada Chery J6 The Helios memiliki kapasitas 459 watt peak (Wp). Daya ini kemudian disalurkan ke baterai lithium eksternal berkapasitas 10,2 kWh.
Agar distribusi energi tetap stabil, sistem ini dilengkapi inverter 6.000 watt yang berfungsi mengatur aliran listrik dari panel surya ke baterai. Dengan konfigurasi tersebut, energi matahari dapat disimpan dan dimanfaatkan secara optimal.
Menariknya, baterai tambahan ini tidak menggantikan baterai bawaan pabrikan. Sistem kelistrikan Chery J6 The Helios menggunakan dua sistem baterai terpisah, yakni baterai utama untuk penggerak kendaraan dan baterai eksternal untuk kebutuhan kelistrikan tambahan.
Konsep Dual Battery, Efisien dan Aman
Pendekatan dua sistem baterai menjadi salah satu keunggulan modifikasi ini. Baterai utama mobil tetap difokuskan untuk sistem penggerak atau dapur pacu. Sementara itu, baterai tambahan berfungsi sebagai sumber daya bagi seluruh perangkat pendukung.
Mulai dari lampu penerangan tambahan, lemari pendingin portabel, hingga perangkat elektronik lainnya, semuanya mengambil daya dari baterai eksternal. Dengan cara ini, penggunaan fitur tambahan tidak mengganggu jarak tempuh utama kendaraan.
Konsep ini membuat Chery J6 The Helios menjadi lebih efisien, terutama untuk aktivitas luar ruang yang membutuhkan banyak suplai listrik.
Efek Langsung ke Jarak Tempuh
Meski panel surya tidak mengisi baterai utama secara langsung dalam waktu singkat, keberadaan sistem ini tetap memberikan dampak positif terhadap jarak tempuh.
Dengan kombinasi panel surya dan manajemen daya yang tepat, energi yang masuk ke sistem kendaraan diklaim mampu menambah sekitar 15 hingga 20 persen kapasitas efektif. Artinya, jarak tempuh yang semula berada di kisaran 418 km dapat meningkat hingga lebih dari 500 km dalam kondisi tertentu.
Peningkatan ini tentu sangat signifikan, terutama bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh tanpa ingin terlalu bergantung pada stasiun pengisian umum.
Waktu Pengisian Panel Surya
Sebagai catatan, pengisian baterai eksternal sepenuhnya melalui panel surya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam kondisi sinar matahari optimal, proses pengisian penuh memerlukan waktu sekitar empat hingga lima hari.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem panel surya lebih berperan sebagai sumber energi pendukung, bukan pengganti total pengisian listrik konvensional. Meski demikian, untuk kebutuhan darurat atau penggunaan bertahap, sistem ini tetap sangat bermanfaat.
Fitur V2L Tetap Berfungsi
Menariknya, meskipun telah dimodifikasi dengan sistem energi tambahan, fitur bawaan Vehicle to Load (V2L) pada Chery J6 tetap dapat digunakan secara normal.
Artinya, mobil masih bisa berfungsi sebagai sumber listrik eksternal untuk mengisi daya perangkat lain, seperti laptop, peralatan rumah tangga kecil, atau perangkat camping. Hal ini menambah nilai praktis mobil listrik tersebut, terutama bagi pengguna dengan gaya hidup aktif.
Modifikasi EV, Arah Baru Dunia Otomotif
Modifikasi Chery J6 The Helios menunjukkan bahwa dunia otomotif listrik memiliki arah perkembangan yang berbeda dibandingkan mobil konvensional. Fokus tidak lagi hanya pada kecepatan atau tampilan, tetapi juga pada efisiensi energi, keberlanjutan, dan kemandirian daya.
Konsep mobil listrik dengan panel surya membuka peluang besar untuk eksplorasi lebih lanjut, terutama di negara dengan paparan sinar matahari tinggi seperti Indonesia.
Kesimpulan
Modifikasi Chery J6 dengan sistem panel surya motorized dan baterai tambahan membuktikan bahwa mobil listrik bisa menjadi lebih dari sekadar alat transportasi. Dengan konsep power bank berjalan, kendaraan ini menawarkan solusi energi yang fleksibel, efisien, dan futuristik.
Meski belum sepenuhnya menggantikan pengisian listrik konvensional, kehadiran panel surya memberikan nilai tambah nyata, terutama untuk perjalanan jauh dan aktivitas luar ruang. Ke depan, konsep seperti ini berpotensi menjadi inspirasi modifikasi mobil listrik yang lebih ramah lingkungan dan mandiri secara energi.
Baca Juga : Mobil Ceper untuk Harian, Ini Plus Minusnya Wajib Tahu
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : seputardigital

