Penjualan EV Meningkat, Toyota dan Lexus Perkasa di AS
Pasar otomotif Amerika Serikat menutup tahun 2025 dengan tren yang semakin jelas: kendaraan elektrifikasi bukan lagi alternatif, melainkan arus utama. Di tengah perubahan preferensi konsumen tersebut, Toyota dan Lexus tampil sebagai dua merek yang paling diuntungkan.
Berdasarkan data resmi Toyota Motor North America (TMNA), Toyota dan Lexus membukukan penjualan gabungan sekitar 2,5 juta unit kendaraan sepanjang 2025, meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Toyota sebagai salah satu pemain paling dominan di pasar otomotif Negeri Paman Sam.
Elektrifikasi Jadi Penopang Utama Penjualan
Lonjakan penjualan Toyota dan Lexus tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Segmen elektrifikasi—yang mencakup hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV)—menyumbang sekitar 47 persen dari total penjualan kedua merek tersebut di Amerika Serikat sepanjang 2025.
Secara total, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus mencapai hampir 1,2 juta unit, atau melonjak 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa strategi Toyota yang sejak lama mengedepankan teknologi hybrid terbukti tepat saat pasar global mulai bergerak menuju elektrifikasi.
Bagi konsumen Amerika, kendaraan hybrid dinilai sebagai solusi paling realistis: lebih hemat bahan bakar, emisi lebih rendah, namun tetap praktis tanpa bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni.
Model Hybrid Catat Pertumbuhan Fantastis
Beberapa model elektrifikasi Toyota mencatat pertumbuhan penjualan yang sangat signifikan sepanjang 2025. Salah satunya adalah Grand Highlander Hybrid, yang mengalami lonjakan penjualan hingga 165 persen. Model ini menjadi pilihan populer keluarga Amerika berkat kombinasi ruang kabin luas, performa efisien, dan teknologi hybrid yang matang.
Tak kalah impresif, Tacoma Hybrid mencatat pertumbuhan penjualan hingga 223 persen. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen pickup truck di Amerika Serikat kini mulai menerima bahkan menggemari teknologi hybrid, terutama karena mampu menawarkan torsi besar tanpa mengorbankan efisiensi.
Lonjakan penjualan dua model tersebut turut mengantarkan Toyota meraih tahun penjualan terbaik sejak 2017, sekaligus menjadi tahun terbaik keempat sepanjang sejarah Toyota di pasar Amerika Serikat.
RAV4 Hybrid Turun, Tapi Bersifat Sementara
Di balik tren positif tersebut, tidak semua model mencatatkan pertumbuhan. RAV4 Hybrid, salah satu model elektrifikasi terlaris Toyota, justru mengalami penurunan penjualan sekitar 13 persen.
Namun, TMNA menjelaskan bahwa penurunan ini bukan disebabkan melemahnya permintaan, melainkan karena transisi ke model generasi baru yang dilakukan pada akhir tahun. Kondisi ini membuat pasokan terbatas sementara, sehingga angka penjualan terlihat menurun secara tahunan.
Toyota optimistis bahwa RAV4 Hybrid akan kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan setelah model terbaru tersedia penuh di jaringan dealer.
Dominasi di Segmen Kendaraan Bodi Besar
Selain elektrifikasi, Toyota juga berhasil mempertahankan dominasinya di segmen kendaraan bodi besar—segmen yang sangat digemari konsumen Amerika Serikat.
Model Tacoma secara keseluruhan mencatat penjualan sekitar 274.638 unit pada 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 2021 yang berada di kisaran 252.490 unit. Kombinasi desain tangguh, reputasi keandalan, dan kini dukungan teknologi hybrid menjadikan Tacoma semakin relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Keberhasilan Toyota di segmen ini membuktikan bahwa elektrifikasi tidak mengurangi daya tarik kendaraan besar, justru memperluas basis konsumennya.
Lexus Catat Rekor Penjualan Sepanjang Sejarah
Di segmen premium, Lexus juga menutup 2025 dengan performa gemilang. Penjualan merek mewah Toyota ini mencapai sekitar 370.260 unit, naik 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang lebih istimewa, 2025 menjadi tahun penjualan terbaik sepanjang sejarah Lexus. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya minat konsumen premium terhadap model elektrifikasi Lexus, baik hybrid maupun BEV.
Model-model Lexus dikenal mampu menawarkan keseimbangan antara kenyamanan, performa, dan efisiensi, sehingga menarik konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kemewahan.
Tantangan Pasokan Masih Membayangi
Meski mencatat hasil positif, Toyota dan Lexus tidak sepenuhnya bebas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pasokan, khususnya untuk model hybrid yang permintaannya sangat tinggi.
Beberapa dealer di Amerika Serikat bahkan melaporkan waktu tunggu yang cukup panjang untuk model hybrid populer. Namun demikian, Toyota menilai kondisi ini sebagai tantangan sementara, seiring dengan upaya peningkatan kapasitas produksi dan optimalisasi rantai pasok global.
Strategi Elektrifikasi Toyota Terbukti Efektif
Berbeda dengan sejumlah produsen yang langsung berfokus penuh pada mobil listrik murni, Toyota memilih jalur bertahap melalui hybrid dan PHEV. Strategi ini terbukti efektif di pasar Amerika Serikat, di mana konsumen masih mempertimbangkan faktor harga, jarak tempuh, dan infrastruktur pengisian daya.
Dengan hampir separuh penjualannya berasal dari kendaraan elektrifikasi, Toyota dan Lexus menunjukkan bahwa pendekatan “multi-pathway” mampu menjawab kebutuhan pasar yang beragam.
Prospek Positif ke Depan
Melihat tren 2025, Toyota dan Lexus optimistis terhadap masa depan elektrifikasi di Amerika Serikat. Kombinasi teknologi hybrid yang matang, reputasi keandalan, serta perluasan lini BEV diyakini akan terus memperkuat posisi kedua merek tersebut.
Dengan permintaan kendaraan ramah lingkungan yang terus meningkat, Toyota dan Lexus berada pada posisi strategis untuk mempertahankan dominasinya, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di pasar global.
Baca Juga : Toyota Yaris 2026 Diperbarui, Desain Ikonik Bertahan
Cek Juga Artikel Dari Platform : lagupopuler

