Tren kendaraan listrik di China terus menunjukkan penguatan, terutama di kalangan pembeli mobil pertama. Konsumen yang sebelumnya cenderung memilih mobil bermesin bensin kini mulai beralih ke mobil listrik atau electric vehicle (EV). Faktor harga yang semakin terjangkau serta pilihan model yang kian beragam menjadi pendorong utama perubahan preferensi tersebut.
Hasil survei terbaru Bloomberg Intelligence mengungkap adanya pergeseran signifikan dalam minat konsumen. Survei yang dilakukan pada November terhadap 1.000 responden yang berencana membeli mobil dalam 12 bulan ke depan menunjukkan bahwa hampir separuh calon pembeli mobil pertama kini condong memilih mobil listrik.
Lonjakan Minat Pembeli Baru
Dalam survei tersebut, sebanyak 47 persen responden yang merupakan pembeli mobil pertama menyatakan ketertarikannya pada mobil listrik. Angka ini melonjak tajam dibandingkan survei sebelumnya pada Februari, yang hanya mencatat sekitar 22 persen. Kenaikan sebesar 25 persen ini mencerminkan perubahan sikap yang cukup drastis dalam waktu kurang dari satu tahun.
China sendiri merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Dukungan industri yang kuat, skala produksi besar, serta inovasi teknologi membuat mobil listrik semakin mudah diakses oleh konsumen baru.
Harga dan Teknologi Jadi Faktor Penentu
Salah satu alasan utama meningkatnya minat pembeli mobil pertama adalah harga mobil listrik yang semakin kompetitif. Banyak model EV di China kini dibanderol setara, bahkan lebih murah, dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.
Analis Bloomberg Intelligence menilai China berada selangkah lebih maju dibandingkan Eropa dan Amerika Serikat dalam hal harga kendaraan listrik berbasis baterai. Kondisi ini memberi keuntungan besar bagi produsen lokal, termasuk perusahaan teknologi yang masuk ke sektor otomotif seperti Huawei Technologies dan Xiaomi.
Selain harga, kemajuan teknologi juga menjadi daya tarik tersendiri. Performa baterai yang lebih efisien, jarak tempuh yang meningkat, serta biaya perawatan yang lebih rendah membuat mobil listrik semakin relevan bagi pembeli pemula.
Infrastruktur Pengisian Daya Semakin Mendukung
Survei Bloomberg Intelligence juga mencatat bahwa ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian. Platform pengisian daya cepat dan perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) membuat penggunaan mobil listrik terasa lebih praktis.
Bagi pembeli mobil pertama, kemudahan mengisi daya menjadi pertimbangan krusial. Dengan semakin banyaknya SPKLU di kota-kota besar hingga wilayah penyangga, kekhawatiran soal kehabisan daya mulai berkurang.
Pemilik Mobil Lama Ikut Beralih
Tidak hanya pembeli mobil pertama, tren peralihan ke mobil listrik juga terlihat di kalangan pemilik mobil yang sudah ada. Survei yang sama menunjukkan 52 persen responden menyatakan mobil berikutnya yang akan mereka beli kemungkinan besar adalah kendaraan listrik.
Angka tersebut meningkat 34 persen dibandingkan survei sebelumnya. Data ini mengindikasikan bahwa perubahan preferensi tidak bersifat sementara, melainkan bagian dari transisi jangka panjang menuju elektrifikasi kendaraan.
Tantangan Masih Ada
Meski tren terlihat positif, adopsi mobil listrik di China belum sepenuhnya tanpa hambatan. Sejumlah konsumen masih mengkhawatirkan biaya kepemilikan jangka panjang, terutama terkait penggantian baterai.
Selain itu, performa baterai dalam kondisi cuaca dingin masih menjadi perhatian, khususnya bagi konsumen yang tinggal di wilayah dengan musim dingin ekstrem.
Dampak Pengurangan Insentif Pemerintah
Di sisi lain, perlambatan penjualan mulai terlihat setelah pemerintah China mengurangi sejumlah insentif pembelian kendaraan listrik. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kesenjangan adopsi EV antara kota-kota besar dan kota kecil.
Wilayah dengan daya beli lebih rendah dikhawatirkan akan tertinggal dalam transisi menuju kendaraan listrik, terutama jika dukungan subsidi semakin terbatas.
EV dan Hybrid Dominasi Penjualan
Meski menghadapi tantangan, kategori kendaraan energi baru—yang mencakup mobil listrik dan hybrid—diperkirakan akan mencetak tonggak sejarah. Untuk pertama kalinya, kategori ini diproyeksikan menyumbang lebih dari separuh total penjualan mobil baru di China.
Lebih dari seperempat dari total penjualan tersebut diperkirakan berasal dari mobil listrik bertenaga baterai murni. Capaian ini menegaskan posisi China sebagai motor utama pertumbuhan kendaraan listrik global.
Masa Depan Pasar Otomotif China
Perubahan preferensi pembeli mobil pertama menjadi indikator penting arah pasar otomotif China ke depan. Dengan harga yang semakin terjangkau, teknologi yang terus berkembang, serta infrastruktur yang makin memadai, mobil listrik diprediksi akan menjadi pilihan utama generasi pembeli baru.
Meski insentif pemerintah berkurang, kekuatan pasar domestik dan inovasi produsen lokal diyakini akan terus menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik di China dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga : Kondisi Korban Kecelakaan Mobil MBG Terus Membaik
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : zonamusiktop

