Presiden Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan yang melibatkan mobil pengantar makan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa siang. Kunjungan tersebut menjadi bentuk empati langsung Presiden terhadap para korban yang masih menjalani perawatan.
Berdasarkan rekaman video yang diterima di Jakarta, Presiden Prabowo tiba di RSUD Koja sekitar pukul 12.20 WIB. Ia mengenakan kemeja safari berwarna krem dan didampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Disambut Tenaga Medis dan Pengunjung RS
Kedatangan Presiden disambut antusias oleh tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, hingga para pengunjung yang berada di lobi RSUD Koja. Prabowo terlihat menyempatkan diri menyapa sejumlah pihak sebelum menuju ruang perawatan korban.
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, Presiden menengok tiga korban kecelakaan yang masih dirawat dan berkomunikasi langsung dengan mereka.
“Presiden menengok tiga pasien yang masih dirawat sekaligus berkomunikasi dengan ketiganya,” ujar Dadan saat dikonfirmasi media.
Bentuk Empati kepada Siswa dan Guru
Dadan menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan menunjukkan empati dan perhatian Presiden terhadap dua siswa serta seorang guru yang menjadi korban kecelakaan. Insiden tersebut terjadi saat mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak korban di kawasan SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi pelayanan RSUD Koja yang dinilai responsif dalam menangani para korban kecelakaan.
Presiden Beri Semangat kepada Korban
Untuk menghibur para korban, Presiden Prabowo terlihat berbincang santai dengan para siswa dan guru. Ia menanyakan nama, kondisi kesehatan, hingga makanan kesukaan mereka.
Presiden juga memberikan pesan khusus kepada para siswa agar tetap semangat dan rajin belajar meski tengah menjalani perawatan.
“Untuk Pak Guru Maryono, Presiden menyampaikan terima kasih atas dedikasinya. Untuk kedua siswa, Presiden memberi pesan agar tetap rajin belajar,” kata Dadan.
Laporan Jumlah Korban Kecelakaan
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Dadan Hindayana melaporkan kepada Presiden bahwa total terdapat 22 orang yang mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut.
Setelah menjalani observasi medis selama sekitar enam jam pada hari kejadian, sebanyak 10 siswa dinyatakan cukup sehat dan diperbolehkan pulang.
Korban Masih Jalani Perawatan
Adapun korban yang masih membutuhkan perawatan lanjutan terdiri dari delapan siswa dan satu guru yang dirawat di RSUD Koja, serta tiga siswa lainnya yang dirawat di RS Cilincing.
Namun, kondisi para korban terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Senin (15/12), jumlah pasien yang masih dirawat berkurang signifikan.
“Hari ini tersisa empat pasien yang dirawat di RS Koja dan satu di RS Cilincing karena kondisi mereka semakin membaik,” kata Dadan saat ditemui di Istana Negara.
Perhatian Pemerintah terhadap Keselamatan
Kunjungan Presiden Prabowo ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang menjadi sasaran program pemenuhan gizi.
Pemerintah diharapkan juga melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan aman dan sesuai standar keselamatan.
Baca Juga : Satu Tahun Aletra Perkuat EV Lokal, Siap Ekspansi 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ngobrol

